Makna Mental Health Bagi Milenial
Menurut kalian apa itu kesehatan mental? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. Artinya, mereka dapat mengatasi tekanan kehidupan normal, dapat berfungsi secara produktif dan bermanfaat. Kesehatan mental juga dapat diartikan sebagai pola psikologis atau perilaku yang pada umumnya terkait dengan stres atau kelainan mental yang tidak dianggap sebagai bagian dari perkembangan normal manusia.
Kesehatan mental yang positive dapat mempengaruhi seseorang dalam menjalani kehidupan, karena dengan vibes yang postitive seseorang akan lebih bersemangat dalam melakukan kegiatan dan produktif. Kesehatan mental sangat penting dalam diri kita sebagai manusia. Di era saat ini banyak dari generasi Z yang kesehatan mentalnya terganggu karena memasuki masa yang penuh gejolak. Banyak dari remaja saat ini merasa dirinya kurang, insecure, keraguan, dan merasa tidak percaya diri. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor , misalnya korban bullying, pola asuh kurang tepat, takut akan kegagalan atau penolakan , serta kurang percaya diri karena kecemasan sosial.
Beberapa waktu kemaarin merupakan hari pengumuman masuk perguruan tinggi, tentu dengan pendaftar yang sangat banyak dan presentase diterima sedikit membuat banyak siswa yang gagal. Karena kegagalan tersebut banyak siswa yang kesehatan mentalnya menjadi terganggu bahkan ada yang bunuh diri. Hal tersebut tentu sangat merugikan bukan? Padahal itu bukan akhir segalanya. Siswa-siswa yang gagal menjadi murung atau merasa tidak percaya diri tetapi banyak juga yang segera bangkit. Jika mereka terus-terusan seperti itu mereka akan mendapat mental illness yang malah membuat mereka semakin depresi.
Gangguan mental atau penyakit mental dapat diawali dengan beberapa gejala berikut ini, antara lain:
- Berteriak atau berkelahi dengan keluarga dan teman-teman.
- Delusi, paranoia, atau halusinasi.
- Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi.
- Ketakutan, kekhawatiran, atau perasaan bersalah yang selalu menghantui.
- Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau masalah sehari-hari.
- Marah berlebihan dan rentan melakukan kekerasan.
- Memiliki pengalaman dan kenangan buruk yang tidak dapat dilupakan.
- Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
- Menarik diri dari orang-orang dan kegiatan sehari-hari.
- Mendengar suara atau mempercayai sesuatu yang tidak benar.
- Mengalami nyeri yang tidak dapat dijelaskan.
- Mengalami perubahan suasana hati drastis yang menyebabkan masalah dalam hubungan dengan orang lain.
Dalam memulihkan gangguan mental health ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Peran keluarga sangat berpengaruh karena mereka adalah orang pertama yang sangat dekat. Lingkungan juga dapat mempengaruhi, kita harus mencari lingkungan yang positive agar kesehatan mental kita tetap baik. Jika kesehatan mental sudah tidak bisa atau sulit diatasi maka jalan terbaik adalah datang e psikiater atau dokter.
Sebagai generasi milenial kita harus memiliki mental health yang kuat untuk menghadapi kejamnya kehidupan saat ini, apalagi di masa pandemi covid-19 banyak orang yang terguncang mentalnya. Beberapa langkah sederhana bisa diterapkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan mental. Dengan melakukan perubahan ini, maka dapat dipastikan hal ini memengaruhi semua aspek kehidupan. Dengan menjaga kesehatan mental, maka kamu merasakan beberapa efeknya seperti suasana hati yang membaik, membangun ketahanan, dan membantu menikmati hidup secara keseluruhan.Beberapa cara agar mental health kita tetap baik yaitu selalu melakukan hal positive yang dapat menguntungkan misalnya menekuni hobi, tidak memikirkan hal yang negative serta selalu beribadah. Jangan sampai kita sebagai generasi milenial memiliki mental health yang kurang hal tersebut dapat berdampak pada pola pikir yang kurang berkembang yang nantinya dapat menghambat kita dalam kreatifitas sebagai anak bangsa.
Referensi:
Achmad Chasina Aula. Paradigma Kesehatan Mental.
Diakses 27 September 2020
Allodokter. Gangguan Mental
https://www.alodokter.com/kesehatan-mental
Diakses 27 September 2020

Komentar
Posting Komentar